HADAPI PELUANG DAN TANTANGAN…

HADAPI PELUANG DAN TANTANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN SIBER PADA PERANG MODERN, REKTOR ITD ADISUTJIPTO JADI PEMBICARA DALAM SEMINAR AI DAN SIBER SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI ANGKATAN LAUT


Hadapi peluang dan tantangan pertahanan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan siber pada perang modern, Rektor ITD Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Dr. Ir. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, IPU, ASEAN Eng., ACPE, penuhi undangan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) dalam Seminar Artificial intelligence (AI) dan Siber pada Perang Modern, pada hari Kamis (16/11/2023), bertempat di Auditorium Gedung Pulau Nipa, Kampus Prajurit Teknokrat STTAL, Bumi Moro, Surabaya.

Kegiatan seminar ini merupakan agenda tahunan STTAL yang kali ini mengusung tema “Peran Artificial Intelligence (AI) dan Siber dalam Peperangan Modern”. Sekitar 350 orang menghadiri seminar ini, termasuk yang mengikuti seminar secara online dari tempat masing-masing. Seminar ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggali dan mengembangkan peluang serta tantangan untuk menguasai teknologi AI serta memperkuat pertahanan siber nasional khususnya pada aspek militer yang menjadi leading actor pada peperangan modern.

Rektor ITD Adisutjipto merupakan salah satu dari tiga pembicara yang handal dan berkompeten di bidang AI dan Cyber dihadirkan dalam seminar ini. Pembicara 1 adalah Komandan STTAL, Laksma TNI Dr. Mukhlis, S.T., M.M., CHRMP, CACA, CRMP yang mengulas sub tema “Sejarah Teknologi Perang”; sedangkan Pembicara 2 adalah Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Suteja K., yang membahas sub tema “Peran Cyber Dalam Peperangan Modern”; dan Pembicara 3 adalah Rektor ITD Adisutjipto, yang mengupas tuntas sub tema “Peran Artificial Intelligence Dalam Peperangan Modern”.

Teknologi militer berkembang sangat cepat dihadapkan pada dinamika lingkungan strategis. Teknologi militer maju telah menggabungkan sistem persenjataan dengan teknologi AI yang menjadikannya semakin cerdas, presisi, dan efisien dalam peperangan modern. Pada kesempatan tersebut, Rektor ITD Adisutjipto menyampaikan definisi baru peperangan yakni Disruptive Warfare, peperangan yang memanfaatkan teknologi-teknologi distruptif seperti AI, Big Data, Cybers-Physical System (CPS), dan Internet-of-Things (IoT).

Selain itu juga disampaikan oleh Rektor ITD Adisutjipto mengenai beragam aplikasi AI dan Cybersecurity hasil karya asli Indonesia untuk bidang pertahanan dan militer, diantaranya telah menggunakan teknologi AI asli Indonesia yakni Knowledge Growing System (KGS) yang merupakan cikal bakal dari Cognitive AI yang saat ini sedang booming di dunia. Diharapkan seminar ini dapat menginspirasi peserta untuk menjadi talent digital militer, yang menguasai teknologi AI dan Cybersecurity serta teknologi-teknologi disruptif lainnya.