REKTOR ITD ADISUTJIPTO…

REKTOR ITD ADISUTJIPTO JADI NARASUMBER REFRESHMENT PROGRAM – EXECUTIVE LEVEL LEADING THE AI-DRIVEN ORGANIZATION BANK INDONESIA


Pada hari Senin (1/4/2024), Rektor ITD Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Asst. Prof. Dr. Ir. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., ACPE, APEC Eng., menjadi narasumber dalam kegiatan Refreshment Program – Executive Level Leading The AI-Driven Organization Bank yang diadakan khusus bagi Pimpinan Eksekutif Bank Indonesia, bertempat di Gedung Thamrin KOPERBI, Jakarta. Acara yang berlangsung secara luring ini merupakan upaya Bank Indonesia sebagai bagian dari tranformasi digital untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan para pimpinan terhadap perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam perumusan kebijakan publik.

Dalam sesi yang dihadiri oleh para pimpinan Bank Indonesia, termasuk Gubernur Bank Indonesia, Bapak Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, dan Ibu Aida Suwandi Budiman, Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., IPU, dan segenap Pimpinan Satuan Kerja Bank Indonesia. Rektor ITD Adisutjipto menyampaikan materi yang sangat penting dan menjadi tantangan bagi industri keuangan tentang "Mitigasi Risiko Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Perumusan Kebijakan Publik."

Dalam presentasinya, disampaikan pengenalan pada risiko AI dalam kebijakan publik, yang dapat muncul dalam berbagai bentuk dan karakteristik, jangka waktu risiko panjang atau pendek, serta tingkat dampaknya yang beragam. Risiko-risiko tersebut perlu diidentifikasi dan dinilai (assess) sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi yang tepat guna menata kelola AI sehingga diperoleh AI yang transparent, explainable, dan trustworthy. Contoh kasus seperti penggunaan chatbots, pengenalan wajah, pengelabuan informasi dalam bentuk deepfakes, dan pengenalan emosi di tempat kerja memberikan tantangan tentang risiko-risiko penyalah gunaan AI yang wajib dimitigasi sejak awal.

Pembahasan mengenai jenis-jenis risiko AI, mencakup risiko teknis dan risiko etis, beserta strategi mitigasinya. Risiko teknis meliputi hal-hal seperti evasion/ perturbation, data poisoning, model theft/stealing, dan lain-lain. Risiko etis mencakup aspek-aspek seperti deepfakes, bias keputusan, kurangnya penjelasan dan transparansi, serta pelanggaran privasi. Untuk mengatasi risiko-risiko ini, diperlukan praktik terbaik seperti penilaian risiko AI yang menyeluruh, pembentukan kerangka manajemen risiko AI, dan implementasi kontrol data dan AI yang kuat. Dengan demikian, manajemen risiko AI menjadi krusial dalam memastikan penggunaan teknologi AI dalam perumusan kebijakan publik dapat memberikan dampak yang positif dan terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah pemaparan materi, para peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai hal terkait manajemen risiko AI dalam perumusan kebijakan publik. Diskusi ini memberikan ruang bagi para pimpinan Bank Indonesia untuk memahami secara lebih mendalam tantangan dan peluang yang terkait dengan pemanfaatan teknologi AI di dalam lembaga mereka.