DEPARTEMEN TEKNIK MESIN…

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN STTA SELENGGARAKAN WEBINAR SERI 1


Energi Baru Terbaru (EBT) saat ini menjadi tuntutan dunia untuk dikembangkan. Pergerakan Teknologi Desain dan Produksi berkembang dengan pesat. Saatnya Energi yang Ramah Lingkungan khususnya PLTB (Tenaga Bayu/Angin) dan PLTS (Tenaga Surya) menjadi Energi Masa Depan.
Departemen Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA), mencoba menghadirkan pengenalan teknologi tersebut ke masyarakat agar segera mampu beradaptasi dengan Energi Baru Terbarukan ini. Melalui Webinar Seri 1 dengan tema ‚ÄúPengenalan Teknologi Pembangkit Listrik pada PLTS dan PLTB yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2020,  secara live di youtube, instagram, dan, zoom dengan moderator Nur Akhmad Tri Wibowo, S.T., M.Eng., dosen Departemen Teknik Mesin STTA, dengan menghadirkan  Ketua STTA sebagai Keynote Speaker Marsda TNI (Purn) Dr. Ir. Drs. T Ken Darmastono, M.Sc., narasumber Ir. Chusnul Hidajat, M.B.A, Asesor Madya Pembangkit Tenaga Listrik (Hakit) dan Dr. Teguh Wibowo, S.T., M.T., Asesor Pembangkit Listrik dan juga sebagai dosen Teknik Mesin STTA.

Isu energi telah menjadi isu global, energi adalah modal utama untuk melanjutkan pembangunan dan dan meningkatkan kesejahteraan. Kebanyakan energi di Indonesia berasal dari dari energi fosil, sebagian diantaranya masih disubsidi, sementara ketersediaan fosil semakin menipis, sehingga harganya semakin mahal. Dorongan dunia untuk penggunaan yang ramah lingkungan semakin kuat, sehingga pemanfaatan EBT sebagai alternatif, memperkuat ketahanan energi saat ini dan di masa datang.

Pada Webinar kali akan diulas mengenai PLTB dan PLTS. Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) atau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah salah satu pembangkit listrik energi terbarukan yang ramah lingkungan, memiliki efisiensi kerja yang baik jika dibandingkan dengan pembangkit energi terbarukan lainnya. Prinsip kerja PLTB, memanfaatkan energi kinetik angin yang masuk ke dalam area efektif turbin untuk memutar baling-baling / kincir angin, kemudian energi putar ini diteruskan ke generator untuk membangkitkan energi listrik. Indonesia sudah mulai memanfaatkan angin dengan membangun  beberapa PLTB diantaranya PLTB Sidrap dengan kapasitas total 75 megawatt (MW), PLTB Tolo 1 (Jeneponto) dengan kapasitas 72 MW, dan PLTB Bondowoso tepatnya di kawasan pabrik PT. Bondowoso Indah Plywood (BIP,) dengan memasang satu unit wind turbine type E-53 buatan Enercon asal Jerman. Potensi PLTB di beberapa wilayah Indonesia diantaranya : Sukabumi, Garut, Lebak, Pandeglang, Lombok, Gunungkidul, Bantul, Belitung Timur, Tanah Laut, selayar, Buton, Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Ambon.

Sementara  potensi EBT lainnya adalah memanfaatkan energi surya. Potensi Indonesia  sangatlah besar  sebagai salah satu sumber energi masa depan, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan dan letaknya pada daerah khatulistiwa, sehingga energi surya memiliki banyak keunggulan , selain jumlahnya yang berlimpah, gratis, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sangat besar sekali, hanya penerapan dan pemanfaatannya saat ini terbilang masih kecil dan masih jauh dari target, mungkin disebabkan  beberapa faktor  diantaranya aturan dan regulasi  yang mengatur akan  hal tersebut, dan juga dari sisi harga  apakah sudah terjangkau masyarakat dengan pemasangan panel surya. Saat ini panel surya yang paling efisien adalah menggunakan Monocrystalline, namun dengan harga yang masih relatif tinggi.

Terdapat dua jenis utama teknologi surya diantaranya Photovoltaics (PV), teknologi PV surya menangkap sinar matahari untuk menghasilkan  tenaga listrik, yang kedua adalah Tenaga Surya Terkonsentrasi  CSP (Concentrated Solar Power) yaitu memanfaatkan panas matahari dan menggunakannya untuk menghasilkan  energi termal yang menggerakkan pemanas atau turbin, dengan dua bentuk energi materi ini muncul berbagai peluang untuk inovasi teknis. Aplikasi panel surya sendiri terdapat di beberapa peralatan elektronik seperti kalkulator, charging powerbank/baterai, pompa air DC, pemanas air, lampu taman/jalan, kendaraan (Drone, UAV, satelit, mobil,perahu), elektronik rumah, dan pembangkit tenaga listrik. Dengan diselenggarakannya webinar ini, harapan kedepannya penggunaan EBT di Indonesia bisa meningkat, terlebih dengan tersedianya potensi-potensi yang dimiliki, sehingga memperkuat ketahanan energi saat ini dan di masa datang. Untuk para peserta yang memerlukan materi webinar ini, dapat mendownload melalui link http://tiny.cc/MateriWebTMSTTA, dan nantikan webinar selanjutnya.