Tugas Aircraft Maintenance…

Tugas Aircraft Maintenance Engineer di Kedirgantaraan


Berkarir di dunia penerbangan bisa dikatakan merupakan impian banyak orang, khususnya mereka yang memang mengenyam pendidikan formal di sekolah kedirgantaraan. Selain menjadi seorang pilot dan pramugari/pramugara, ada beberapa profesi lain yang cukup menjanjikan. Salah satunya adalah menjadi seorang aircraft maintenance engineer.

Dunia penerbangan memang dunia yang menawarkan banyak profesi yang mendatangkan banyak penghasilan, bahkan angkanya di atas rata-rata. Akan tetapi hal tersebut sebanding dengan setiap risiko pekerjaan serta biaya pendidikan yang telah dikeluarkan. Dan khususnya pilot dan pramugari, memang biayanya relatif tidak murah.

Oleh sebab itu, ada banyak profesi lainnya selain kedua profesi tersebut yang sangat dibutuhkan agar bandara-bandara dunia dan tanah air tetap bisa beroperasi sebagaimana mestinya. Profesi ini secara langsung mendukung kelancaran operasional penerbangan. Itulah aircraft maintenance engineer.

Mengenal Aircraft Maintenance Engineer

Dibalik keamanan dan keselamatan sebuah penerbangan, ada sosok aircraft maintenance engineer atau teknisi pesawat di belakangnya. Profesi inilah yang memastikan kelayakan pesawat untuk operasional pesawat sebelum mengudara. Secara profesional, mereka harus siap dan bisa menyelesaikan masalah yang ada, meskipun dengan batas waktu yang sangat singkat.

Aircraft maintenance engineer atau AME merupakan teknisi pesawat yang bertanggung jawab pada kelayakan pesawat untuk terbang atau mengudara. Merawat dan memastikan pesawat memiliki kelayakan untuk beroperasi dengan baik adalah di antara tugas dan tanggung jawabnya. Jadi, jika ada masalah teknis pada pesawat, maka merekalah yang bertugas untuk menyelesaikannya.

Nah, selain aircraft maintenance engineer, pilot dan pramugari/pramugara ternyata ada beberapa profesi lain yang masih berkaitan dengan dunia penerbangan, di antaranya adalah polisi udara (air traffic controller), juru parkir pesawat (marshaller), bagian perawatan elektronik pesawat (avionics technicians) dan kontrol penerbangan (flight operations officer).

Apa Tugas Aircraft Maintenance Engineer?

Aircraft maintenance engineer atau teknisi penerbangan adalah personel yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang  untuk melakukan tugas atau kegiatan pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikan fasilitas keamanan, keselamatan dan pelayanan penerbangan.

Teknisi penerbagan atau teknisi pesawat memiliki tugas secara umum antara lain, menyiapkan, memberikan informasi, mengumpulkan data, menyusun laporan tugas, mengoperasikan, memelihara dan mengkalibrasi peralatan, melakukan evaluasi dan koordinasi, menganalisa serta membuat rekomendasi guna mewujudkan keselamatan penerbangan sesuai batas kewenangannya.

Hal tersebut bisa dirujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 64 Tahun 2011 tentang Kriteria, Tugas dan Wewenang Teknisi Penerbangan. Dan secara spesifik, tugas seorang aircraft maintenance engineer atau teknisi pesawat antara lain adalah:

Memastikan Pesawat Aman (Visual Check)

Sebagaimana isi peraturan di atas, bahwa keselamatan, keamanan dan pelayanan merupakan tanggung jawab dari seorang teknisi pesawat. Nah, salah satu bentuk pengamalan hal tersebut adalah dengan memastikan setiap bagian luar pesawat aman jika melakukan penerbangan.

Mendengarkan Informasi Kondisi Pesawat

Setelah pesawat mendarat, seorang teknisi penerbangan juga perlu meminta informasi dari awak kabin dan pilot mengenai kondisi pesawat selama penerbangan berlangsung. Informasi yang didapatkan tersebut kemudian menjadi acuan bagi teknisi apakah perlu atau tidak mengganti spare part pesawat demi kelancaran penerbangan selanjutnya.

Mengecek Bagian dalam Pesawat

Selain bagian luar, teknisi juga wajib mengecek kondisi bagian dalam pesawat. Di antara bagian yang wajib dicek adalah aircraft monitoring log, deferred maintenance item, fuel and oil quantity dan cabin maintenance log. Biasanya  teknisi akan banyak berdiskusi dengan awak kabin dan kapten guna memudahkan pekerjaannya. Apabila pesawat telah berangkat teknisi tetap harus standby untuk pengecekan pesawat berikutnya.

Tantangan Pekerjaan

Sebagai seorang teknisi pesawat berarti setiap hari harus siap menerima tantangan baru. Artinya, pekerjaan setiap harinya harus mengikuti job card. Saat pesawat masuk, penumpang dan cargo sudah turun semua. Seorang teknisi sudah mulai melaksanakan tugasnya. Teknisi akan membawa pesawat ke sebuah hanggar atau towing.

Di tempat ini, pesawat akan dicek kondisinya. Apakah normal atau tidak. Adapun tantangan terberat dari seorang aircraft maintenance engineer adalah memastikan pesawat dalam kondisi aman Sebab, hal tersebut sangat fatal akibatnya. Selain karena memang merupakan tanggung jawab profesionalnya.

Umumnya ada dua tipe pengecekan yang harus dilakukan. Pertama disebut dengan transit check. Tujuannya adalah untuk mengecek kondisi pesawat setelah landing sementara dan akan melanjutkan perjalanannya. Karenanya transit check ini tidak memakan banyak waktu, kurang lebih 1 jam.

Pengecekan kedua adalah pengecekan dalam. Biasanya terjadi pada pesawat yang jam penerbangan selanjutnya masih berselang lama, sekitar 12 jam. Tidak semua pesawat memiliki cara pengecekan yang sama, sebab bisa jadi pesawat tersebut butuh maintenance khusus. Oleh sebab itu, profesi satu ini menuntut kompetensi tersendiri.

Kompetensi yang Wajib Dimiliki

Ada dua kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang teknisi pesawat. Kompetensi tersebut biasanya didapatkan pada saat berada di dunia perkuliahan. Baik mekanik pesawat maupun teknisi pesawat, keduanya menuntut dua keahlian yang sama. Ini dia keahlian yang dibutuhkan tersebut:

Kompetensi Utama

  • Kemampuan mengidentifikasi, memformulasi, dan menyelesaikan masalah-masalah teknik.
  • Cakupan pengetahuan cukup luas untuk dapat memahami pengaruh tindakan teknis yang diambilnya terhadap masyarakat dan dunia global.
  • Pengetahuan tentang isu-isu kontemporer.
  • Kemampuan memanfaatkan teknik-teknik, keahlian-keahlian, dan peralatan teknik modern yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas-tugas profesionalnya.

Kompetensi Pendukung

  • Kemampuan mengaplikasikan pengetahuan matematika, sains dan teknik (engineering).
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi efektif baik secara lisan maupun tertulis dalam profesinya.
  • Memiliki kemampuan yang efektif dalam tim.
  • Kesadaran akan kebutuhan suatu kemampuan untuk belajar seumur hidup.
  • Pemahaman tanggung jawab profesional dan etika.

Selain itu, ada juga beberapa syarat yang wajib terpenuhi jika ingin mendapatkan profesi bergengsi satu ini. Syarat ini sekaligus sebagai cara untuk untuk menjadi aircraft maintenance engineer. Di antaranya adalah:

  • Memiliki Basic Certificate for Aircraft Maintenance (BCAM).
  • Sudah mengikuti pelatihan teknik atau memiliki masa kerja di bidang teknik tertentu dengan lama waktu tertentu.
  • Sudah mengikuti Type rating training + OJT suatu pesawat
  • Sudah dinyatakan lulus ujian tulis dan oral (Bila Type rating course tersebut belum DGCA Approved).
  • Serta beberapa dokumen lainnya seperti ijazah dan dokumen penting lainnya sebagai tanda bukti.

Berapa Gaji Aircraft Maintenance Engineer

Untuk kisaran gaji seorang teknisi pesawat yang berlatar belakang BUMN seperti pesawat Garuda misalnya, gaji disesuaikan dengan UMR atau UMP tempat bandara tempat kerja. Jadi, bisa besar dan bisa kecil. Di Indonesia, dari teknisi fresh graduated hingga teknisi senior, gajinya berkisar 5 juta hingga 20 juta rupiah.

Itulah ulasan mengenai tugas seorang aircraft maintenance engineer di kedirgantaraan. Bagaimana tertarik dengan profesi satu ini? Jika iya, rencanakan jenjang pendidikannya dan penuhi persyaratannya sedini mungkin. Sampai jumpa pada tulisan menarik lainnya.